Setapak Langkah – 04 Juli 2026 | Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia, sejak konflik bersenjata yang dimulai pada Februari 2022, serangan militer yang dilancarkan oleh Ukraina telah menewaskan hampir 8.500 warga sipil di wilayah Rusia.
Data tersebut mencakup korban tewas yang dilaporkan di sejumlah wilayah perbatasan, termasuk wilayah Belgorod, Kursk, dan Rostov, yang menjadi zona intensif pertempuran sejak awal konflik. Pihak berwenang Rusia menegaskan bahwa mayoritas korban merupakan penduduk sipil yang tidak terlibat dalam pertempuran.
- Jumlah total korban sipil yang tewas: hampir 8.500 orang.
- Wilayah terdampak paling parah: Belgorod, Kursk, Rostov.
- Pihak Rusia menuduh serangan tersebut melanggar hukum humaniter internasional.
- Ukraina membantah menargetkan warga sipil dan menyatakan serangannya ditujukan pada instalasi militer.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, yang menekankan pentingnya perlindungan warga sipil di tengah eskalasi konflik. Selain itu, Rusia mengklaim akan menindak tegas setiap tindakan yang dianggap melanggar konvensi internasional tentang perlindungan sipil.
Situasi kemanusiaan di daerah-daerah perbatasan semakin memprihatinkan, dengan laporan tentang kerusakan infrastruktur, gangguan layanan kesehatan, dan kesulitan akses kebutuhan pokok bagi penduduk setempat. Organisasi bantuan internasional telah mengirimkan bantuan darurat, namun tantangan logistik masih menjadi hambatan utama.
Para pengamat menilai bahwa angka korban sipil ini dapat mempengaruhi dinamika diplomatik antara Rusia dan Ukraina, serta menambah tekanan pada upaya mediasi yang sedang berlangsung di tingkat internasional.