Setapak Langkah – 02 Juli 2026 | Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa fasilitas wisata yang ramah Muslim di tanah air telah mencapai standar unggul dibandingkan negara lain.
Penilaian tersebut didasarkan pada beberapa indikator utama, antara lain:
- Ketersediaan fasilitas ibadah seperti mushola dan ruang sholat di tempat wisata.
- Penyediaan makanan halal yang terjamin kebersihannya.
- Pelayanan staf yang mengerti kebutuhan wisatawan Muslim.
- Informasi yang jelas mengenai arah kiblat dan waktu sholat.
- Pengembangan produk wisata yang menghormati nilai budaya Islam.
Data terbaru dari Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa lebih dari 1.200 destinasi di Indonesia telah memperoleh sertifikasi ramah Muslim, mencakup wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
| Provinsi | Jumlah Destinasi |
|---|---|
| Jawa Barat | 320 |
| Sumatra Utara | 210 |
| Kalimantan Timur | 150 |
| Sulawesi Selatan | 130 |
| Papua Barat | 80 |
Dengan standar yang terus ditingkatkan, Indonesia diproyeksikan akan menarik lebih dari 15 juta wisatawan Muslim pada tahun 2025, meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.
Pengembangan sarana ramah Muslim tidak hanya memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi inklusif, tetapi juga membuka peluang kerja bagi komunitas lokal, terutama dalam bidang kuliner, perhotelan, dan guide wisata.