Setapak Langkah – 30 Juni 2026 | Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengumumkan selesainya program penjangkauan kepada calon peserta Sekolah Rakyat (SR) yang melibatkan 270 siswa dari berbagai kecamatan di wilayahnya. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang bersifat non‑formal, khususnya bagi anak‑anak yang belum terdaftar di sekolah formal.
Penjangkauan dilakukan selama tiga bulan, mulai dari akhir Februari hingga akhir Mei 2024, dengan melibatkan tim gabungan Dinsos, Dinas Pendidikan, serta lembaga‑lembaga kemasyarakatan setempat. Tim lapangan melakukan kunjungan rumah, penyuluhan, serta verifikasi data calon peserta untuk memastikan bahwa anak‑anak yang terdaftar memenuhi kriteria Sekolah Rakyat, antara lain berasal dari keluarga tidak mampu, tinggal di daerah terpencil, atau mengalami hambatan ekonomi yang menghalangi akses pendidikan formal.
| Kecamatan | Jumlah Siswa |
|---|---|
| Cirebon Utara | 45 |
| Cirebon Selatan | 38 |
| Lede | 32 |
| Sumber | 29 |
| Kebumen | 27 |
| Pabedilan | 21 |
| Harjamukti | 18 |
| Kesambi | 20 |
Dengan total 270 siswa terdaftar, Dinsos menargetkan agar semua peserta dapat memulai pembelajaran pada awal semester genap 2024/2025. Setiap anak akan menerima paket pendidikan yang meliputi buku pelajaran, perlengkapan belajar, serta bantuan transportasi bila diperlukan. Selain itu, program ini juga menyediakan pelatihan bagi para pengajar lokal agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, H. Ahmad Sulaiman, menyatakan, “Penjangkauan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan hak pendidikan bagi semua anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Kami berharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi jembatan bagi mereka yang belum berkesempatan masuk ke sekolah formal.”
Anggaran yang dialokasikan untuk program ini berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) serta hibah dari pemerintah provinsi Jawa Barat, dengan total nilai sekitar Rp 3,5 miliar. Dana tersebut mencakup biaya operasional tim lapangan, penyediaan bahan belajar, serta insentif bagi guru sukarelawan.
Keberhasilan penjangkauan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pendidikan di Kabupaten Cirebon, menurunkan angka putus sekolah, serta memberi dampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga penerima manfaat. Dinsos berencana untuk melakukan evaluasi secara berkala dan memperluas cakupan program ke wilayah lain pada tahun berikutnya.