Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa sinergi antara lembaga riset dan pelaku industri menjadi kunci utama dalam mempercepat proses hilirisasi produk dalam negeri.
Berikut beberapa poin penting yang disorot dalam pernyataannya:
- Penguatan ekosistem riset dengan menyediakan dana dan fasilitas yang memadai bagi perguruan tinggi serta lembaga penelitian.
- Pembentukan kemitraan strategis antara institusi akademik dan perusahaan manufaktur untuk mengintegrasikan hasil riset ke dalam proses produksi.
- Penerapan kebijakan insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi hasil riset lokal.
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan magang yang melibatkan kedua belah pihak.
Rosan juga menyoroti contoh sukses kolaborasi yang telah menghasilkan produk hilir dengan nilai ekspor tinggi, seperti sektor agrikultur, kimia, dan material teknik. Ia menekankan perlunya kerangka regulasi yang fleksibel namun tetap menjaga standar kualitas dan keamanan.
Untuk mewujudkan target hilirisasi, BKPM berencana meluncurkan beberapa inisiatif, antara lain:
- Program pendanaan khusus bagi start‑up teknologi yang berkolaborasi dengan institusi riset.
- Fasilitasi akses pasar internasional melalui pameran dan delegasi bisnis.
- Penyusunan roadmap industri hilir berbasis data riset terkini.
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan kontribusi sektor hilir terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta mengurangi ketergantungan pada impor bahan mentah.
Rosan mengajak semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku usaha, untuk bersinergi dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.