Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap inisiatif pembentukan holding BUMN logistik, sebagai upaya meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat posisi Indonesia di pasar logistik internasional.
Holding ini direncanakan mengintegrasikan sejumlah BUMN di sektor transportasi, pelabuhan, bandara, dan layanan logistik, dengan tujuan menciptakan sinergi, mengoptimalkan aset, serta mempermudah koordinasi lintas sektor.
Pemerintah menargetkan beberapa manfaat utama, antara lain pengurangan biaya operasional, peningkatan kualitas layanan, percepatan digitalisasi, serta pencapaian standar internasional yang dapat bersaing dengan pemain global.
- Fase 1: Audit menyeluruh atas aset dan struktur organisasi BUMN terkait.
- Fase 2: Pembentukan entitas holding dan penetapan kepemilikan saham.
- Fase 3: Integrasi sistem operasional serta peluncuran platform digital terpadu.
Target peningkatan yang diharapkan dapat dilihat pada tabel berikut:
| Indikator | Target Peningkatan |
|---|---|
| Pengurangan Biaya Operasional | 15 % |
| Kecepatan Pengiriman | 20 % |
| Tingkat Digitalisasi Layanan | 30 % |
Langkah ini selaras dengan agenda ASEAN Connectivity dan visi Indonesia menjadi hub logistik dunia pada tahun 2045. Dudy Purwagandhi menekankan bahwa sinergi antar‑BUMN akan memperkuat daya saing global dan membuka peluang investasi asing.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan, diharapkan holding BUMN logistik dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan peran strategis Indonesia dalam rantai pasok global.