Setapak Langkah – 28 Juni 2026 | Masyarakat sering menganggap semua yoghurt memiliki manfaat kesehatan yang sama, padahal tidak semua produk yoghurt cocok untuk dikonsumsi terutama bagi mereka yang harus mengontrol gula darah.
Menlu Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa memilih yoghurt yang mengandung tambahan gula atau pemanis buatan dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah, sehingga berpotensi memperburuk kondisi pra‑diabetes atau diabetes mellitus.
Berikut perbedaan utama antara yoghurt yang sehat dan yoghurt yang dapat meningkatkan gula darah:
| Jenis Yoghurt | Kandungan Gula (g/100 ml) | Kandungan Lemak (g/100 ml) |
|---|---|---|
| Yoghurt tawar tanpa pemanis | 4‑5 | 0,2‑0,5 |
| Yoghurt rendah lemak tanpa pemanis | 4‑5 | 0‑0,2 |
| Yoghurt buah berperisa (tanpa tambahan gula) | 6‑8 | 0,3‑0,6 |
| Yoghurt berperisa dengan tambahan gula | 12‑20 | 0,5‑1,0 |
| Yoghurt “Greek” full‑fat | 5‑6 | 5‑10 |
Data di atas menunjukkan bahwa yoghurt berperisa yang mengandung gula tambahan dapat memiliki kandungan gula hampir dua kali lipat dibandingkan yoghurt tawar. Bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga stabilitas gula darah, pilihan yang tepat sangat penting.
Tips memilih yoghurt yang ramah gula darah:
- Baca label nutrisi secara teliti; perhatikan “total sugars” atau “gula total”.
- Prioritaskan yoghurt tawar atau yoghurt rendah lemak tanpa pemanis.
- Jika menginginkan rasa buah, pilih varian yang mengandalkan buah asli tanpa penambahan gula.
- Hindari yoghurt yang mencantumkan “high‑fructose corn syrup”, “sukrosa”, atau “pemanis buatan” pada daftar bahan.
- Perhatikan ukuran porsi; konsumsi berlebih dapat meningkatkan asupan gula meski yoghurt tersebut rendah gula.
Selain memperhatikan kandungan gula, penting juga memperhatikan kualitas probiotik. Probiotik yang hidup dapat membantu pencernaan dan meningkatkan kesehatan usus, namun manfaatnya akan tereduksi bila yoghurt mengandung banyak gula.
Dengan memilih yoghurt yang tepat, konsumen tidak hanya mendapatkan manfaat kalsium dan protein, tetapi juga mengurangi risiko lonjakan gula darah. Pemerintah dan lembaga kesehatan terus mengingatkan publik untuk lebih kritis dalam membaca label dan tidak terjebak pada kemasan yang menampilkan gambar buah segar namun menyembunyikan tambahan gula.
Kesadaran akan perbedaan kandungan nutrisi pada produk yoghurt diharapkan dapat menurunkan angka kasus hiperglikemia dan membantu masyarakat menjalani pola makan yang lebih seimbang.