Setapak Langkah – 28 Juni 2026 | Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa program latihan militer (Latsarmil) untuk calon manajer Kopdes Merah Putih (KDMP) dibatasi pada beberapa jenis aktivitas fisik tertentu.
- PBB (push‑up, sit‑up, pull‑up)
- Senam kebugaran
- Jalan kaki
- Hormat militer (salam)
Larangan ini diberlakukan setelah sejumlah insiden cedera ringan dilaporkan pada tahap awal pelatihan tahun ini. Pihak Kemhan menjelaskan bahwa tujuan utama adalah memastikan semua calon manajer dapat menyelesaikan program tanpa mengalami gangguan kesehatan yang serius.
Beberapa pengamat militer menilai kebijakan ini sebagai langkah preventif yang wajar, namun ada pula yang mengkritisi bahwa pembatasan tersebut dapat mengurangi tingkat ketangguhan fisik yang seharusnya dimiliki oleh pejabat militer senior. Mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara keamanan peserta dan standar kebugaran yang tinggi.
Di sisi lain, calon manajer KDMP yang bersangkutan belum memberikan komentar resmi terkait kebijakan baru ini. Namun, sumber internal menyatakan bahwa peserta program sudah menyesuaikan diri dengan jadwal latihan yang lebih ringan dan fokus pada peningkatan teknik hormat serta disiplin militer.
Keputusan Kemhan ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai standar seleksi bagi posisi manajerial di lingkungan militer. Apakah pembatasan aktivitas fisik akan berdampak pada penilaian kompetensi calon? Pertanyaan tersebut masih menjadi bahan diskusi di kalangan akademisi dan praktisi pertahanan.