Setapak Langkah – 28 Juni 2026 | Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) menegaskan bahwa menjaga keberlangsungan industri manufaktur yang sudah beroperasi menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar investasi baru. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang menyoroti ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor manufaktur.
KSPN menilai bahwa banyak perusahaan manufaktur yang sudah menancapkan jejaknya di Indonesia menghadapi tekanan biaya, persaingan global, serta perubahan kebijakan yang dapat memicu pemutusan hubungan kerja massal. Oleh karena itu, KSPN mengajak pemerintah, pelaku industri, dan lembaga keuangan untuk bersama‑sama menciptakan ekosistem yang mendukung kelangsungan operasional perusahaan yang sudah ada.
Beberapa langkah strategis yang disarankan antara lain:
- Mengoptimalkan akses pembiayaan jangka panjang dengan suku bunga bersaing bagi perusahaan manufaktur yang telah beroperasi.
- Memberikan insentif pajak yang bersifat berkelanjutan, bukan hanya insentif satu kali untuk investasi baru.
- Meningkatkan pelatihan dan program peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menyesuaikan diri dengan teknologi industri 4.0.
- Memperkuat jaringan rantai pasok domestik guna mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku.
- Menetapkan regulasi yang memberikan kepastian hukum dan stabilitas kebijakan bagi investor jangka panjang.
Selain itu, KSPN menekankan pentingnya dialog intensif antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan untuk menemukan solusi bersama dalam mengatasi tekanan produksi dan menjaga kesejahteraan karyawan.
Jika langkah‑langkah tersebut dilaksanakan secara konsisten, diharapkan gelombang PHK dapat ditekan sekaligus meningkatkan daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global.