Setapak Langkah – 27 Juni 2026 | Usaha muda di Indonesia masih banyak yang mengalami hambatan utama berupa keterbatasan modal dan kurangnya pendampingan yang kompeten.
Berbagai survei menunjukkan bahwa lebih dari setengah pelaku usaha berusia 20‑35 tahun mengaku kesulitan mendapatkan dana awal, sementara akses ke mentor bisnis yang berpengalaman masih terbatas.
- Keterbatasan modal awal menghambat ekspansi produksi.
- Kurangnya jaringan mentor menyulitkan perencanaan strategi jangka panjang.
- Regulasi perbankan yang ketat membuat pinjaman usaha sulit dicairkan.
- Rendahnya budaya investasi ventura di tingkat lokal.
Pemerintah dan lembaga keuangan perlu memperluas skema pembiayaan yang bersifat fleksibel, seperti kredit mikro dengan bunga rendah, serta memperkuat program inkubator dan akselerator yang dapat memberikan bimbingan praktis.
Selain itu, kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan komunitas akademik dapat menciptakan jaringan pendampingan yang lebih luas, termasuk pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, dan pengembangan produk.
Dengan ekosistem wirausaha yang lebih solid, generasi muda diharapkan dapat meningkatkan kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak.