Setapak Langkah – 26 Juni 2026 | Gojek mengumumkan penurunan tarif potongan untuk layanan GoRide menjadi 8 persen efektif mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini menggantikan tarif sebelumnya yang berada pada kisaran 10–12 persen, menandai langkah signifikan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.
Penurunan tarif ini diharapkan memberikan ruang margin yang lebih lebar bagi pengemudi ojek online, terutama di kota‑kota besar dimana biaya operasional seperti bahan bakar dan perawatan kendaraan terus meningkat. Dengan potongan yang lebih rendah, pendapatan bersih per perjalanan dapat naik sekitar 1–2 ribu rupiah, tergantung pada jarak tempuh.
| Komponen | Sebelum 1 Juli 2026 | Setelah 1 Juli 2026 |
|---|---|---|
| Tarif Potongan GoRide | 10–12 % | 8 % |
| Pendapatan Rata‑rata per Trip | Rp 15.000–20.000 | Rp 16.500–21.500 |
Gojek menyatakan bahwa keputusan ini merupakan respons terhadap masukan intensif dari komunitas mitra serta analisis pasar yang menunjukkan bahwa persaingan harga semakin ketat. Perusahaan menegaskan komitmen untuk terus meninjau struktur biaya guna memastikan ekosistem transportasi digital yang berkelanjutan.
Reaksi pengemudi umumnya positif. Sebagian besar mitra melaporkan bahwa penurunan potongan akan membantu menutupi kenaikan harga BBM dan biaya hidup. Namun, ada pula kekhawatiran bahwa penurunan potongan belum cukup mengimbangi fluktuasi harga bahan bakar yang tidak menentu.
- Manfaat utama: peningkatan pendapatan bersih bagi driver.
- Potensi risiko: ketergantungan pada volume order untuk memaksimalkan keuntungan.
- Langkah selanjutnya: Gojek berencana mengadakan program pelatihan efisiensi operasional bagi mitra.
Secara keseluruhan, kebijakan potongan tarif 8 persen ini diharapkan dapat menstabilkan pendapatan driver GoRide sekaligus menjaga kepuasan penumpang melalui tarif yang tetap kompetitif.