Setapak Langkah – 22 Juni 2026 | Di era digital, kepemilikan rekening bank di Indonesia terus meningkat. Meskipun memiliki lebih dari satu rekening dapat memberikan kemudahan dalam mengelola dana, muncul pertanyaan penting: apakah kondisi ini menjamin keamanan keuangan nasabah?
Berbagai faktor menjadi tantangan dalam memastikan keamanan keuangan, antara lain:
- Inklusi keuangan yang luas: Lebih dari 70% penduduk dewasa sudah memiliki setidaknya satu rekening bank, namun banyak yang membuka rekening tambahan untuk promosi atau kebutuhan khusus.
- Literasi keuangan yang belum memadai: Sebagian besar nasabah belum memahami cara mengoptimalkan penggunaan rekening, sehingga terjadi rekening tak terpakai (inactive) yang rentan terhadap biaya tersembunyi.
- Kesehatan finansial: Pengelolaan banyak rekening dapat menyebabkan kesulitan dalam memantau saldo, transaksi, dan potensi penipuan.
Berikut beberapa langkah praktis yang dapat membantu nasabah menjaga keamanan keuangan meski memiliki banyak rekening:
- Audit rekening secara berkala: Identifikasi rekening yang tidak aktif dan pertimbangkan untuk menutupnya.
- Gunakan aplikasi keuangan terintegrasi: Aplikasi yang mengkonsolidasikan data dari berbagai bank memudahkan monitoring saldo dan riwayat transaksi.
- Periksa biaya administrasi: Beberapa bank mengenakan biaya bulanan pada rekening dengan saldo rendah atau tidak aktif.
- Aktifkan otentikasi dua faktor (2FA) pada aplikasi perbankan untuk meningkatkan perlindungan.
- Jaga kerahasiaan data pribadi: Hindari membagikan nomor rekening, PIN, atau kode OTP kepada pihak yang tidak berwenang.
Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 30% rekening bank di Indonesia tidak aktif selama lebih dari satu tahun. Rekening semacam ini sering kali menjadi sasaran biaya administrasi dan bahkan potensi penyalahgunaan data.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan melalui program edukasi nasional, namun keberhasilan tergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan bank dalam menyediakan informasi yang transparan.
Kesimpulannya, memiliki banyak rekening bukanlah jaminan keamanan keuangan. Nasabah perlu menerapkan manajemen yang disiplin, memanfaatkan teknologi, serta meningkatkan pemahaman tentang produk perbankan untuk melindungi aset mereka.