Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan arahan tegas kepada jajaran direksi serta komisaris bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dalam pertemuan yang dilaporkan oleh Republika, Prabowo menekankan bahwa perbankan tidak semata-mata berfokus pada profit, melainkan harus menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.
Arahan tersebut mencakup beberapa poin penting, antara lain:
- Mengoptimalkan penyaluran kredit produktif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
- Menjaga suku bunga kredit yang wajar dan terjangkau, sehingga beban pembayaran tidak memberatkan peminjam.
- Meningkatkan kualitas layanan digital untuk memperluas akses keuangan di daerah terpencil.
- Memperkuat program inklusi keuangan, termasuk edukasi keuangan bagi masyarakat berpendapatan rendah.
- Mengintegrasikan kebijakan keberlanjutan dalam portofolio pembiayaan, seperti dukungan pada energi terbarukan dan pertanian ramah lingkungan.
Presiden menambahkan bahwa bank-bank Himbara memiliki peran strategis dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional. Dengan mengalihkan fokus dari semata-mata mencari keuntungan, diharapkan institusi perbankan dapat berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan daya beli, serta penciptaan lapangan kerja.
Pengamat ekonomi menilai arahan ini selaras dengan program ekonomi kerakyatan yang menjadi inti kebijakan pemerintahan. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya pengawasan yang ketat agar implementasi kebijakan tidak hanya bersifat retoris, melainkan menghasilkan dampak nyata di lapangan.
Secara keseluruhan, arahan Prabowo menandai upaya pemerintah untuk menyeimbangkan antara profitabilitas perbankan dan tanggung jawab sosial, dengan harapan bank-bank milik negara dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan rakyat Indonesia.