Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | Stok batu bara di sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang melayani jaringan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) mengalami penurunan signifikan pada beberapa minggu terakhir. Menurunnya persediaan bahan bakar utama ini menyebabkan berkurangnya hari operasi pembangkit (HOP), yang pada gilirannya memaksa operator untuk melakukan pemadaman terjadwal.
| Wilayah | HOP Bulan Lalu | HOP Saat Ini |
|---|---|---|
| Jawa Barat | 22 hari | 16 hari |
| Madura | 21 hari | 15 hari |
| Bali | 23 hari | 17 hari |
Akibat penurunan HOP, beberapa daerah mengalami pemadaman listrik bergilir, terutama pada jam-jam puncak konsumsi. Konsumen industri melaporkan penurunan produktivitas, sementara rumah tangga harus menyesuaikan jadwal penggunaan peralatan listrik.
Pemerintah dan regulator energi telah menginstruksikan perusahaan pembangkit untuk meningkatkan cadangan batu bara serta mempercepat diversifikasi sumber energi, termasuk pemanfaatan energi terbarukan. Upaya tambahan meliputi peningkatan kapasitas penyimpanan batu bara di gudang-gudang strategis dan optimalisasi rute distribusi.
Para analis memperingatkan bahwa jika tren penurunan stok tidak segera teratasi, risiko pemadaman dapat meluas ke wilayah lain di luar Jamali. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah, operator pembangkit, dan pihak logistik menjadi kunci untuk memastikan pasokan batu bara yang stabil dan menghindari gangguan layanan listrik.