Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Setiap datangnya hilal Muharram, umat Islam di seluruh dunia mengingat momen bersejarah Hijrah Nabi Muhammad SAW yang menandai permulaan kalender Hijriah. Bulan pertama dalam kalender Islam ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum refleksi spiritual sekaligus pengingat akan pentingnya persiapan dan ketahanan dalam berbagai aspek kehidupan.
Di sisi lain, kisah Nabi Yusuf (AS) dalam Al-Qur’an menjadi contoh klasik tentang kebijaksanaan pengelolaan sumber daya, khususnya pangan. Yusuf yang ditugaskan mengelola gudang makanan Mesir berhasil mengantisipasi masa kelaparan dengan menabung surplus selama tujuh tahun masa panen melimpah, kemudian mendistribusikannya secara adil pada tujuh tahun berikutnya yang mengalami kekeringan.
Pelajaran dari kedua peristiwa tersebut sangat relevan bagi Indonesia yang kini menghadapi tantangan ketahanan pangan. Menurut data Badan Pusat Statistik, produksi beras nasional sempat turun 2,1% pada 2023 akibat cuaca ekstrem, sementara permintaan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
- Perencanaan jangka panjang: Seperti Yusuf, pemerintah dan petani harus mengembangkan sistem penyimpanan yang aman dan terintegrasi untuk mengamankan surplus produksi.
- Diversifikasi sumber pangan: Mengurangi ketergantungan pada satu komoditas utama dengan mengoptimalkan tanaman pangan alternatif seperti jagung, sorgum, dan singkong.
- Penguatan rantai pasok: Memperbaiki infrastruktur transportasi dan logistik agar distribusi pangan dapat menjangkau daerah terpencil secara efisien.
- Pendidikan dan kesadaran: Mendorong masyarakat untuk mengadopsi pola konsumsi berkelanjutan dan mengurangi pemborosan makanan.
Implementasi kebijakan ini memerlukan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan komunitas religius. Bulan Muharram dapat dijadikan ajang kampanye nasional yang menekankan nilai-nilai keikhlasan, solidaritas, dan kesiapan menghadapi tantangan pangan, sejalan dengan semangat hijrah yang mengajarkan perubahan menuju kebaikan.
Dengan memadukan hikmah spiritual dari Muharram dan strategi manajerial Nabi Yusuf, Indonesia dapat menapaki jalan panjang menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan, sekaligus meneguhkan identitas keagamaan yang mengedepankan kepedulian terhadap sesama.