Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Pelabuhan Tanjung Perak mencatat peningkatan arus peti kemas sebesar 2 % pada kuartal pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menegaskan peran strategis pelabuhan terbesar di Jawa Timur dalam mendukung pertumbuhan perdagangan maritim nasional.
Secara keseluruhan, PT Pelindo (Persero) melaporkan total arus peti kemas nasional mencapai 6,42 juta TEU (Twenty-foot Equivalent Units) hingga April 2026. Angka tersebut menunjukkan tren naik yang konsisten sejak tahun sebelumnya.
| Tahun | Total TEU Nasional |
|---|---|
| 2025 | ≈6,30 juta |
| 2026 (hingga April) | 6,42 juta |
Di samping Tanjung Perak, tiga pelabuhan di Indonesia Timur—Makassar, Kendari, dan Berau—telah diidentifikasi sebagai motor utama logistik wilayah. Ketiganya berkontribusi besar dalam menggerakkan distribusi barang, khususnya komoditas pertambangan, perkebunan, dan produk manufaktur ke pasar domestik maupun internasional.
Faktor‑faktor yang memperkuat posisi keempat pelabuhan tersebut meliputi:
- Peningkatan kapasitas dermaga dan fasilitas penanganan kontainer.
- Integrasi jaringan transportasi darat dan laut yang lebih efisien.
- Dukungan kebijakan pemerintah dalam mempercepat digitalisasi operasional pelabuhan.
- Ketersediaan zona ekonomi khusus (KEK) yang menarik investasi logistik.
Pengembangan infrastruktur ini tidak hanya mempercepat pergerakan barang, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing ekonomi regional. Analisis Pelindo memperkirakan bahwa pertumbuhan arus TEU dapat mencapai rata‑rata 1,8 % per tahun hingga 2028, dengan kontribusi terbesar berasal dari jalur timur.
Namun, tantangan tetap ada, seperti kebutuhan akan peningkatan sistem keamanan, pengelolaan lingkungan pelabuhan, dan mitigasi kemacetan logistik. Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan terus berkolaborasi untuk mengoptimalkan sinergi antara pelabuhan utama dan jaringan transportasi pendukung.
Secara keseluruhan, kenaikan 2 % arus peti kemas di Tanjung Perak dan peran sentral Makassar, Kendari, serta Berau menegaskan transformasi logistik Indonesia Timur menjadi tulang punggung perdagangan nasional, membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh kepulauan.