Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Dony Oskaria, Direktur Utama Danantara, mengungkapkan rencana ambisius perusahaan untuk memasuki bisnis penyewaan pesawat terbang. Menurutnya, Danantara akan membentuk entitas khusus yang fokus pada leasing armada komersial, terutama untuk maskapai penerbangan domestik.
Rencana tersebut beriringan dengan proyek pembelian 50 unit pesawat Boeing yang ditujukan untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Pembelian ini diperkirakan menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri dirgantara Indonesia.
- Target pasar: maskapai lokal dan regional yang membutuhkan tambahan kapasitas tanpa harus membeli pesawat secara langsung.
- Model bisnis: penyewaan jangka pendek (wet lease) dan jangka panjang (dry lease) dengan dukungan layanan teknis dan pemeliharaan.
- Investasi awal: diperkirakan mencapai USD 5 miliar, mencakup biaya akuisisi pesawat, pelatihan kru, serta infrastruktur leasing.
Berikut gambaran singkat mengenai rencana pembelian pesawat:
| Jenis Pesawat | Jumlah Unit | Produsen | Estimasi Nilai (USD) |
|---|---|---|---|
| Boeing 737 MAX | 30 | Boeing | 2,1 Miliar |
| Boeing 777X | 20 | Boeing | 2,9 Miliar |
Jika berhasil, Danantara dapat menjadi salah satu pemain utama dalam sektor leasing penerbangan di Asia Tenggara, sekaligus memberikan alternatif pembiayaan yang lebih fleksibel bagi Garuda dan maskapai lainnya. Namun, tantangan regulasi, fluktuasi nilai tukar, dan persaingan global tetap menjadi faktor yang harus dikelola dengan cermat.
Dony Oskaria menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen jangka panjang Danantara untuk mendukung pertumbuhan industri penerbangan Indonesia melalui inovasi keuangan dan kolaborasi strategis.