Setapak Langkah – 15 Juni 2026 | Menjelang berakhirnya tahun Hijriyah 1447, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa pada waktu-waktu tertentu sebagai bentuk rasa syukur dan memohon keberkahan di tahun yang akan datang. Dua momen penting yang sering diingat adalah doa akhir tahun dan doa permulaan tahun baru Islam 1448 Hijriyah.
Waktu yang disarankan
- Doa akhir tahun: Dibaca setelah selesai shalat Ashar atau tepat sebelum masuk waktu Maghrib. Pada saat ini, hati masih dalam keadaan tenang setelah melaksanakan shalat sore, sehingga doa terasa lebih khusyuk.
- Doa awal tahun baru: Dilantunkan setelah masuk waktu Maghrib pada malam pergantian tahun Hijriyah. Menyambut pergantian tahun pada waktu Maghrib diyakini menambah keberkahan bagi seluruh amal ibadah yang akan dilakukan selama tahun baru.
Bagaimana cara membacanya
- Berdoa dengan niat ikhlas, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah berlalu dan mengharap rahmat serta petunjuk Allah SWT untuk tahun yang akan datang.
- Mengucapkan doa-doa yang telah diajarkan secara turun-temurun, misalnya doa memohon agar Allah menjauhkan segala keburukan, memberi kesehatan, rezeki yang halal, dan kebahagiaan bagi keluarga.
- Mengakhiri doa dengan membaca salam dan memohon agar doa diterima.
Beberapa contoh doa yang umum dipanjatkan antara lain:
- “Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu pada tahun yang akan datang, berikanlah kesehatan, kebahagiaan, serta hidayah yang jelas kepada kami semua.”
- “Ya Rabb, ampunilah segala dosa kami selama setahun yang lalu, dan jadikanlah kami hamba-Mu yang lebih taat pada tahun yang baru ini.”
Selain mengucapkan doa, dianjurkan pula untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, sebagai penambah ketenangan hati.
Intinya, membaca doa pada waktu yang telah ditentukan—setelah Ashar sebelum Maghrib untuk akhir tahun, dan setelah Maghrib untuk awal tahun baru—adalah cara sederhana namun bermakna untuk memulai tahun Hijriyah yang baru dengan niat baik dan harapan akan keberkahan.