Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said, menegaskan pentingnya mengalihkan ketergantungan para pengelola negara dari figur otoriter menuju fondasi spiritual dan nilai-nilai institusional. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui media Republika, ia mengingatkan bahwa menaruh harapan pada “godfather” atau figur berkuasa yang tak terkendali dapat menjerumuskan negara pada krisis tata kelola.
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan:
- Berhenti mengidolakan figur otoriter yang dianggap “godfather”.
- Mengembalikan kepercayaan kepada institusi negara yang berbasis konstitusi.
- Menegakkan etika kerja yang berlandaskan pada nilai religius dan moral.
- Mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan.
Rektor menutup dengan ajakan agar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pejabat tinggi hingga aparatur desa, menempatkan Tuhan sebagai sumber utama keadilan dan kebenaran. Ia berharap langkah ini akan menurunkan risiko korupsi, nepotisme, dan praktik‑praktik otoriter yang selama ini menggerogoti kepercayaan publik.
Jika pesan ini diadopsi secara luas, diharapkan tercipta iklim politik yang lebih sehat, di mana keputusan diambil atas dasar kepentingan umum dan bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.