Setapak Langkah – 14 Juni 2026 | Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) mengusulkan penerapan skema pengelolaan hybrid pada proyek gas South Andaman. Skema ini menggabungkan peran perusahaan nasional dan investor asing dalam mengelola, mengeksploitasi, serta memasarkan sumber daya gas alam yang berada di blok tersebut.
Blok South Andaman, yang terletak di wilayah perairan selatan Kepulauan Andaman, diperkirakan menyimpan cadangan gas alam sebesar lebih dari 1 triliun kaki kubik. Potensi tersebut menjadikan blok ini sebagai salah satu fokus utama dalam upaya meningkatkan kemandirian energi Indonesia.
Skema hybrid yang diusulkan Asprindo mencakup tiga pilar utama:
- Kerjasama Operasional: Badan usaha milik negara atau perusahaan lokal akan menangani operasi lapangan, sementara mitra asing menyediakan teknologi dan modal.
- Pembagian Risiko: Risiko eksplorasi dan produksi dibagi secara proporsional, sehingga beban keuangan tidak sepenuhnya ditanggung oleh satu pihak.
- Pengelolaan Nilai Tambah: Sebagian hasil penjualan gas akan dialokasikan untuk pengembangan industri hilir dalam negeri, seperti petrokimia dan LNG.
Berikut rangkuman manfaat dan tantangan skema hybrid:
| Aspek | Manfaat | Tantangan |
|---|---|---|
| Finansial | Peningkatan akses modal dan pembagian biaya investasi | Negosiasi pembagian keuntungan yang adil |
| Teknologi | Transfer pengetahuan dan teknologi terkini | Ketergantungan pada teknologi asing |
| Regulasi | Penyesuaian kebijakan yang mendukung investasi | Proses perizinan yang kompleks |
Ketua Asprindo, Budi Santoso, menyatakan bahwa skema hybrid dapat mempercepat realisasi produksi gas serta menumbuhkan industri hilir domestik. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini selaras dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
Pemerintah Indonesia belum memberikan komentar resmi, namun pihak Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) diperkirakan akan meninjau usulan tersebut dalam rapat koordinasi mendatang.
Jika diterapkan, skema hybrid di Blok South Andaman dapat menjadi model bagi pengelolaan blok energi lainnya di Indonesia, sekaligus membuka peluang investasi baru bagi pelaku industri energi internasional.