Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Militer Amerika Serikat mulai mendirikan pangkalan logistik berskala besar di wilayah yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza. Proyek tersebut diumumkan melalui laporan surat kabar Israel Hayom, yang menyatakan bahwa fasilitas baru ini akan menjadi pusat operasi bagi personel militer dan sipil yang terlibat dalam implementasi rencana pasca‑konflik di Gaza yang diusung oleh mantan Presiden Donald Trump.
Lokasi pembangunan dipilih karena kedekatannya dengan perbatasan Gaza, memungkinkan akses cepat bagi pasukan, peralatan, serta bantuan kemanusiaan. Pangkalan direncanakan mencakup area parkir helikopter, depot amunisi, serta fasilitas akomodasi bagi ribuan personel.
- Tujuan utama: Menyokong pelaksanaan rencana damai yang mencakup penarikan pasukan Hamas, penataan kembali administrasi sipil, dan pengiriman bantuan rekonstruksi.
- Strategi keamanan: Menjadi titik penyangga untuk mengawasi pergerakan di sekitar perbatasan dan mengurangi potensi eskalasi militer.
- Dampak regional: Menimbulkan keprihatinan dari beberapa negara Arab dan kelompok pro‑Palestina yang menilai kehadiran militer AS sebagai intervensi tambahan.
Sejumlah analis menilai bahwa pembangunan pangkalan ini mencerminkan komitmen Amerika Serikat untuk memainkan peran utama dalam proses perdamaian Timur Tengah, meskipun kebijakan tersebut dapat menambah ketegangan dengan pihak-pihak yang menentang kehadiran militer asing di kawasan tersebut.
Pihak otoritas Israel belum memberikan komentar resmi, sementara pemerintah Palestina menolak segala bentuk intervensi militer asing di wilayahnya. Di sisi lain, para pejabat militer AS menegaskan bahwa fasilitas ini bersifat sementara dan akan dibongkar setelah tujuan strategis tercapai.