Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi bencana paling dominan di Indonesia pada periode 11–12 Juni 2026.
Pemantauan yang dilakukan dengan citra satelit menunjukkan konsentrasi titik api terbanyak berada di pulau Sumatera dan Kalimantan. Provinsi-provinsi yang mencatat aktivitas kebakaran signifikan antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
| Provinsi | Jumlah Titik Api |
|---|---|
| Sumatera Utara | 45 |
| Sumatera Selatan | 38 |
| Kalimantan Barat | 52 |
| Kalimantan Tengah | 47 |
Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta aparat satpolpp dan TNI/Polri terus melakukan pemadaman dan pengendalian. Upaya yang ditempuh meliputi penyebaran tim lapangan, penggunaan pesawat pemadam, serta penempatan personel di sekitar zona rawan.
Selain penanggulangan langsung, BNPB juga menekankan pentingnya pencegahan melalui edukasi masyarakat, penegakan hukum terhadap pembakaran lahan, serta peningkatan koordinasi antar‑instansi. Diharapkan dengan langkah‑langkah tersebut, angka kebakaran dapat ditekan pada musim berikutnya.
Data ini menjadi acuan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan mitigasi risiko kebakaran hutan, termasuk alokasi anggaran, penyediaan peralatan pemadam, dan pengembangan sistem peringatan dini berbasis satelit.