Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia pada Jumat (tanggal) sebagai bentuk protes atas ketidakresponsifan pemerintah terhadap aspirasi yang diajukan melalui Istana dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
- Peningkatan anggaran APBN untuk sektor pendidikan minimal 5% per tahun.
- Pembebasan biaya kuliah bagi mahasiswa kurang mampu.
- Penghapusan atau penangguhan pembayaran pinjaman mahasiswa selama masa pandemi.
- Penetapan mekanisme dialog rutin antara mahasiswa, pemerintah, dan DPR.
Ketidakmampuan pemerintah untuk menanggapi permohonan tersebut, menurut BEM UI, memperparah rasa frustrasi di kalangan mahasiswa yang merasa hak mereka diabaikan. Karena jalur formal seperti pertemuan di Istana atau sidang DPR dinilai tidak efektif, mereka memilih mengungkapkan suara secara publik di lokasi simbolik yang strategis.
Aksi di Bundaran HI diharapkan dapat menarik perhatian media nasional serta menekan pemerintah untuk membuka ruang dialog yang lebih terbuka. Pihak kepolisian dilaporkan telah menyiapkan pengamanan, namun BEM UI menegaskan aksi akan berlangsung damai dan tanpa kekerasan.
Reaksi dari pemerintah masih belum resmi. Namun, sejumlah pejabat menyatakan akan meninjau kembali kebijakan pendidikan dan berkomitmen untuk meningkatkan komunikasi dengan organisasi mahasiswa.
Demonstrasi ini menjadi bagian dari gelombang protes mahasiswa yang meluas di berbagai kampus Indonesia, menandakan dinamika politik kampus yang semakin menguat dalam mengkritisi kebijakan publik.