Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Iran pada Kamis, 11 Juni 2026, menegaskan bahwa bagian utama dari teks kesepahaman dengan Amerika Serikat (AS) telah selesai. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam konferensi pers yang diadakan di Istanbul, Turki.
Namun, Iran menuduh Washington mengubah posisinya secara tiba-tiba dan berupaya menghambat pelaksanaan kesepakatan. Tuduhan tersebut mencakup:
- Penundaan penarikan sanksi sekutu utama AS, meski sudah ada komitmen tertulis.
- Pengiriman pernyataan publik yang menyoroti ketidakpastian mengenai program nuklir Iran, yang dianggap Iran sebagai upaya mempengaruhi opini internasional.
- Penolakan untuk membuka jalur komunikasi militer secara langsung, yang dianggap Iran sebagai langkah mengurangi risiko konflik.
Pejabat senior Iran menambahkan bahwa meskipun terdapat tekanan dari pihak Washington, Tehran tetap berkomitmen untuk melanjutkan dialog dan menegakkan hasil yang telah disepakati. “Kami tidak akan mundur dari bagian utama yang telah selesai, tetapi kami menuntut Washington menghormati komitmen yang telah dibuat,” kata juru bicara tersebut.
Pihak Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi pada saat artikel ini ditulis. Namun, analis kebijakan luar negeri menilai bahwa dinamika politik domestik di AS, termasuk persaingan antara Kongres dan Eksekutif, dapat memengaruhi kecepatan implementasi kesepakatan tersebut.
Jika kesepakatan ini dapat direalisasikan secara penuh, dampaknya diperkirakan akan mencakup peningkatan hubungan ekonomi antara kedua negara, pengurangan ketegangan militer di wilayah Teluk Persia, dan potensi membuka jalan bagi kerja sama lebih luas di bidang energi dan keamanan regional.