Setapak Langkah – 12 Juni 2026 | Menteri Perdagangan Busan, Lee Joon‑Hyuk, menegaskan komitmen kota pelabuhan tersebut untuk memperkuat peran industri manufaktur dalam menembus pasar ekspor melalui partisipasi aktif di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 26 Juni 2026, Mendag Busan menyoroti potensi sinergi antara produsen Korea Selatan dan pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia, yang diproyeksikan menjadi pusat distribusi regional.
TEI 2026, yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada 15‑19 September 2026, diperkirakan akan dihadiri lebih dari 5.000 perusahaan dari 80 negara. Pameran ini menjadi ajang utama bagi perusahaan yang ingin menampilkan produk, menjalin jaringan, serta menandatangani kesepakatan perdagangan internasional.
- Fokus sektor: otomotif, elektronik, peralatan industri, dan bahan baku kimia.
- Dukungan logistik: penyediaan fasilitas gudang sementara, layanan kepabeanan cepat, dan program subsidi transportasi bagi peserta asal Korea.
- Program matchmaking: pertemuan satu‑satu antara perusahaan Busan dan pembeli Indonesia yang difasilitasi oleh tim perdagangan kedua belah pihak.
Untuk memaksimalkan peluang, Mendag Busan mengeluarkan panduan tiga langkah bagi pelaku manufaktur:
- Identifikasi produk dengan nilai tambah tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
- Persiapkan sertifikasi standar internasional (ISO, CE) serta dokumen ekspor yang lengkap.
- Manfaatkan program pelatihan pra‑pameran yang diadakan di Busan, mencakup strategi negosiasi, regulasi perdagangan, dan adaptasi budaya bisnis Indonesia.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Tanggal | 15‑19 September 2026 |
| Lokasi | Jakarta Convention Center, Jakarta |
| Jumlah Pengunjung | ~150.000 orang |
| Negara Peserta | 80+ negara |
| Fokus Industri | Manufaktur, Teknologi, Agribisnis |
Dengan dukungan kebijakan ekspor yang lebih fleksibel, termasuk pengurangan tarif bea masuk untuk produk‑produk strategis, diharapkan perusahaan manufaktur Busan dapat meningkatkan volume ekspor hingga 12 % pada tahun 2027. Selain itu, kolaborasi riset‑pengembangan bersama institusi Indonesia dipandang dapat mempercepat inovasi produk yang memenuhi standar pasar regional.
Secara keseluruhan, inisiatif ini tidak hanya memperkuat posisi Busan sebagai hub perdagangan lintas‑benua, tetapi juga membuka jalur pertumbuhan ekonomi baru bagi industri manufaktur yang tengah mencari pasar alternatif di luar Asia Timur.