Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Sehari sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara tuan rumah—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—suasana masih dipenuhi ketegangan, protes, dan sorotan media internasional.
Berbagai kontroversi yang muncul selama persiapan kini mencapai puncaknya, menandai hari terakhir sebelum turnamen dimulai.
- Kontroversi pemilihan tuan rumah: Beberapa kelompok aktivis menilai proses voting FIFA pada 2018 tidak transparan dan menuduh adanya tekanan politik.
- Kesiapan stadion: Beberapa venue di Amerika Serikat, termasuk stadion di Atlanta dan Dallas, masih mengalami keterlambatan penyelesaian infrastruktur pendukung seperti transportasi publik dan fasilitas ramah disabilitas.
- Harga tiket: Penjualan tiket tahap awal diumumkan dengan kisaran harga yang dianggap terlalu tinggi oleh sebagian penggemar, memicu kampanye online menuntut penyesuaian tarif.
- Keamanan dan imigrasi: Pemerintah tiga negara tuan rumah memperketat prosedur visa dan meningkatkan kehadiran pasukan keamanan, sementara kelompok hak asasi manusia mengkritik potensi pelanggaran kebebasan sipil.
- Perselisihan tenaga kerja: Serikat pekerja konstruksi di Kanada menuntut upah yang lebih adil dan jaminan keselamatan kerja di proyek stadion yang masih dalam tahap pembangunan.
- Hak siar dan teknologi: Negosiasi hak siar global menimbulkan ketegangan antara penyedia layanan streaming dan jaringan televisi tradisional, khususnya terkait paket berlangganan premium.
- Dampak lingkungan: Laporan independen menunjukkan peningkatan jejak karbon terkait pembangunan infrastruktur sementara organisasi lingkungan menyerukan kompensasi yang lebih signifikan.
Meskipun tantangan tersebut masih mengemuka, komite penyelenggara menegaskan bahwa semua persiapan akan selesai tepat waktu, dan harapan besar tetap mengiringi debut Piala Dunia 2026 sebagai turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola.