Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Jakarta – Pada Senin (tanggal), sekelompok aktivis termasuk tokoh politik Celios menuruni trotoar depan kantor Badan Garansi Nasional (BGN) untuk menyuarakan ketidakpuasan atas pergantian pimpinan organisasi tersebut. Aksi damai tersebut diwarnai teriakan-teriakan yang menuntut penanganan nyata terhadap masalah yang masih menggerogoti program Masyarakat Berkehidupan Gemilang (MBG).
Dalam kesempatan yang diberikan kepada media, Celios menegaskan bahwa pergantian pimpinan tidak serta merta menyelesaikan permasalahan yang ada. “Mengganti pimpinan itu seperti mengganti pemain dalam tim, namun tak mengubah strategi yang gagal,” ujarnya dengan nada tegas.
- Evaluasi program MBG – Belum ada audit independen yang menilai efektivitas dan dampak program terhadap masyarakat.
- Risiko korupsi – Pengadaan dana dan alokasi anggaran masih rawan penyalahgunaan, terutama pada proyek‑proyek berskala besar.
- Beban anggaran – Pengeluaran yang terus meningkat menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan finansial program.
Celios menambahkan bahwa selain menuntut transparansi, para pengunjuk rasa juga meminta pembentukan komite independen yang dapat memantau pelaksanaan MBG secara berkala. Ia berharap agar pemerintah pusat menindaklanjuti rekomendasi tersebut dengan kebijakan yang lebih tegas.
Sejumlah pihak lain yang hadir dalam aksi tersebut, termasuk perwakilan LSM, mengungkapkan keprihatinan serupa. Mereka menilai bahwa tanpa perubahan struktural, program MBG akan terus mengalami kendala yang berpotensi merugikan publik.
Hingga saat ini, pihak BGN belum memberikan pernyataan resmi menanggapi aksi dan kritik yang dilontarkan. Namun, observasi para analis politik menunjukkan bahwa tekanan publik dapat memaksa lembaga tersebut untuk melakukan reformasi internal yang lebih menyeluruh.