Setapak Langkah – 11 Juni 2026 | Pengacara senior Sony Sonjaya mengajukan permohonan menjadi justice collaborator di Pengadilan Tinggi setelah menerima informasi penting terkait dugaan korupsi alokasi anggaran MBG (Masyarakat Berkehidupan Gemilang). Keputusan ini diambil karena ia ingin membantu mengungkap jaringan korupsi yang melibatkan pejabat tinggi dan tokoh bisnis.
Berikut beberapa alasan utama yang diungkapkan Sony Sonjaya:
- Memiliki bukti tertulis dan rekaman percakapan yang menunjukkan adanya persekongkolan antara beberapa pejabat pemerintah dan pengusaha dalam penyelewengan dana MBG.
- Ingin memperoleh perlindungan hukum sebagai saksi kunci sehingga dapat menyampaikan kesaksian secara terbuka tanpa takut akan ancaman.
- Berharap proses kolaborasi dapat mempercepat penuntutan dan memulihkan dana publik yang hilang.
Sony juga menyebutkan nama-nama besar yang terlibat, termasuk mantan menteri, anggota DPR, dan pengusaha yang sebelumnya tidak pernah terlibat dalam penyelidikan resmi. Identitas mereka belum dipublikasikan secara lengkap untuk menjaga integritas proses hukum.
Kasus korupsi MBG pertama kali terungkap pada tahun 2022 ketika audit internal menemukan selisih signifikan dalam penggunaan anggaran program yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penyidikan lanjutan menunjukkan adanya aliran dana ke rekening pribadi dan perusahaan afiliasi.
Reaksi publik terhadap pengajuan Sony Sonjaya beragam. Sebagian masyarakat menyambut langkahnya sebagai upaya pemberantasan korupsi, sementara kelompok politik tertentu menilai tindakan tersebut dapat menimbulkan politisasi kasus.
Pihak kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Sony Sonjaya, namun mereka menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Jika permohonan justice collaborator disetujui, Sony akan menjadi saksi utama dalam persidangan, memberikan keterangan terperinci mengenai alur dana, peran masing‑masing pelaku, serta rekomendasi pemulihan aset. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku korupsi lain untuk lebih terbuka dalam mengungkap jaringan mereka.