Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Disperindagkop Provinsi Kalimantan Timur baru-baru ini meluncurkan program akselerasi ekspor yang bertujuan memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menembus pasar internasional. Program ini mencakup pelatihan pemasaran digital, standar kualitas internasional, serta penyiapan dokumen ekspor.
Selama tiga bulan terakhir, lebih dari 120 UMKM dari berbagai sektor — termasuk pertanian, perikanan, kerajinan, dan makanan olahan — berpartisipasi aktif. Para peserta menerima pendampingan teknis dari tim ahli serta kesempatan memamerkan produk melalui pameran virtual yang dihadiri pembeli dari luar negeri.
Berikut ini adalah lima negara yang berhasil menjadi tujuan ekspor produk UMKM Kaltim:
- Singapura
- Jepang
- Australia
- Uni Emirat Arab
- Belanda
Produk yang paling diminati meliputi kelapa sawit organik, ikan kering, anyaman rotan, kopi khas Kaltim, serta camilan berbasis singkong. Data nilai ekspor per negara tercatat sebagai berikut:
| Negara | Produk Utama | Nilai Ekspor (USD) |
|---|---|---|
| Singapura | Kelapa sawit organik | 45.000 |
| Jepang | Ikan kering | 32.500 |
| Australia | Anyaman rotan | 21.000 |
| Uni Emirat Arab | Kopi Kaltim | 18.750 |
| Belanda | Camilan singkong | 14.300 |
Direktur Disperindagkop Kalimantan Timur, Budi Santoso, menyatakan, “Keberhasilan ini menunjukkan potensi produk lokal yang kompetitif bila didukung dengan kebijakan yang tepat dan akses pasar yang terbuka. Kami akan terus memperkuat jaringan distribusi dan meningkatkan standar kualitas untuk memperluas jangkauan ke lebih banyak negara.”
Ke depan, Disperindagkop berencana menambah jumlah negara tujuan menjadi sepuluh dalam dua tahun ke depan, serta memperkenalkan program pembiayaan khusus bagi UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas produksi.