Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyoroti perlunya pemerintah dan pelaku industri mempercepat pemulihan wisatawan domestik (wisnus) menjelang tahun ini. Penurunan nilai tukar rupiah baru-baru ini menurunkan daya beli masyarakat, sehingga potensi kunjungan ke hotel, restoran, dan destinasi wisata dalam negeri berisiko menurun.
Dalam pernyataannya, PHRI menekankan tiga langkah utama yang harus diambil untuk menstimulasi kembali aliran wisnus:
- Penyesuaian tarif dan paket promosi yang lebih bersahabat dengan nilai tukar rupiah, termasuk diskon khusus bagi keluarga dan pekerja migran.
- Peningkatan pemasaran digital melalui media sosial dan platform pemesanan online, dengan menonjolkan keunikan kuliner lokal serta destinasi wisata yang mudah diakses.
- Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, asosiasi hotel, restoran, dan agen perjalanan untuk menyusun kebijakan insentif pajak atau subsidi energi bagi usaha pariwisata.
PHRI juga mengingatkan bahwa pemulihan wisnus tidak dapat dipisahkan dari kebijakan makroekonomi yang stabil. Jika inflasi dan nilai tukar tetap tinggi, daya beli konsumen akan terus tertekan, mempengaruhi frekuensi dan lama tinggal wisatawan domestik.
Berbagai pihak diharapkan dapat menyelaraskan upaya, mulai dari peningkatan kualitas layanan, pengembangan destinasi baru, hingga penyediaan informasi yang transparan mengenai harga dan fasilitas. Dengan sinergi tersebut, PHRI optimis bahwa pergerakan wisatawan nusantara dapat kembali tumbuh meski dalam kondisi nilai rupiah yang lemah.