Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan penting di Istana Negara pada pekan ini, dihadiri oleh Panglima TNI serta Kepala Staf TNI. Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rapat ini difokuskan pada pembahasan kebijakan keamanan nasional, strategi pertahanan, serta koordinasi antarlembaga militer dan intelijen dalam rangka menanggapi tantangan keamanan domestik dan internasional. Kedua pejabat militer dipersilakan menyampaikan evaluasi operasional terkini, termasuk kesiapan pasukan, penanganan ancaman siber, dan upaya pencegahan konflik di wilayah perbatasan.
Berikut ini rangkuman agenda utama yang dibahas:
- Evaluasi kesiapan operasional TNI dalam rangka mendukung kebijakan pertahanan negara.
- Koordinasi sinergi antara TNI dan BIN dalam intelijen strategis.
- Pembahasan rencana modernisasi alutsista dan alokasi anggaran pertahanan.
- Penetapan prioritas penanggulangan ancaman non-militer, termasuk keamanan siber dan terorisme.
Presiden menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menjaga kedaulatan negara dan menegakkan stabilitas politik serta ekonomi. Ia juga menginstruksikan agar hasil rapat segera dituangkan dalam rekomendasi kebijakan yang akan diajukan ke DPR dalam sidang mendatang.