Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Partai Demokrat pada hari Rabu menegaskan bahwa tokoh partai tersebut tidak memiliki hubungan apapun dengan Sony Sonjaya maupun kasus korupsi Badan Gas Negara (BGN). Pernyataan itu disampaikan setelah muncul tuduhan di media sosial yang menyebutkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terlibat dalam skandal BGN melalui jaringan Sony Sonjaya.
Dalam siaran pers resmi, juru bicara Partai Demokrat, Ir. Sigit Prabowo, menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan fitnah berat yang dapat merusak reputasi partai serta tokoh politik. Ia menegaskan, “Kami tidak mengenal Sony Sonjaya secara pribadi maupun profesional, dan tidak ada bukti apapun yang mengaitkan AHY dengan praktik korupsi di BGN.”
Berikut poin‑poin utama bantahan Partai Demokrat:
- AHY tidak pernah bertemu atau berkorespondensi dengan Sony Sonjaya.
- Partai tidak memiliki kepentingan bisnis atau politik yang berkaitan dengan BGN.
- Semua tuduhan tentang keterlibatan AHY dalam korupsi BGN tidak didukung dokumen atau penyelidikan resmi.
- Partai Demokrat menuntut agar pihak yang menyebarkan informasi palsu tersebut memberikan klarifikasi publik.
Kasus korupsi BGN sendiri masih dalam tahap penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada awal 2024, KPK menahan sejumlah pejabat tinggi BGN serta pengusaha yang diduga menerima suap. Namun, hingga kini tidak ada nama AHY atau Sony Sonjaya yang disebut dalam laporan resmi KPK.
Pengamat politik menilai bahwa tuduhan tersebut bisa menjadi strategi politis menjelang pemilihan umum yang akan datang. “Isu‑isu seperti ini sering dimanfaatkan untuk menurunkan citra lawan politik, terutama menjelang fase kampanye,” ujar Dr. Rini Wulandari, dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Partai Demokrat menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen untuk menjaga integritas partai dan menolak segala bentuk fitnah yang tidak berdasar.