histats

Pelaku Pariwisata Bali Didorong Kelola Sampah dari Sumbernya

Pelaku Pariwisata Bali Didorong Kelola Sampah dari Sumbernya

Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata dan Kementerian Lingkungan Hidup, mengajak semua pelaku usaha di sektor pariwisata Bali—mulai dari hotel, restoran, hingga kafe—untuk mengelola sampah secara menyeluruh sejak titik asalnya.

Isu sampah di Pulau Dewata telah menjadi sorotan utama karena volume limbah rumah tangga dan komersial yang terus meningkat, mengancam keindahan alam serta menurunkan kepuasan wisatawan. Menurut data internal kementerian, lebih dari 30% sampah di kawasan wisata belum dipisahkan secara efektif.

Untuk mengatasi hal tersebut, kedua kementerian meluncurkan program terpadu yang mencakup kebijakan regulasi, pendampingan teknis, dan insentif ekonomi. Program ini menargetkan pengurangan sampah organik yang masuk ke TPA sebesar 40 % pada tahun 2025.

  • Pemisahan Sampah di Sumber: Setiap unit usaha wajib menyediakan tempat sampah terpisah untuk organik, anorganik, dan bahan berbahaya.
  • Penggunaan Kemasan Ramah Lingkungan: Dilarang penggunaan kantong plastik sekali pakai; diganti dengan kantong biodegradable atau bahan yang dapat didaur ulang.
  • Edukasi Staf dan Pengunjung: Pelatihan rutin tentang teknik pengelolaan sampah serta penyuluhan kepada tamu tentang cara membuang sampah yang benar.
  • Kerjasama dengan Pengolah Lokal: Menjalin kemitraan dengan bank sampah, komposter, dan industri daur ulang yang beroperasi di sekitar Bali.
  • Insentif Finansial: Pengurangan pajak daerah dan bantuan modal bagi usaha yang menerapkan sistem pengelolaan sampah yang terbukti efektif.

Berikut rangkuman jenis sampah dan prosedur penanganannya yang disarankan oleh Kementerian Lingkungan Hidup:

Jenis Sampah Penanganan
Sampah Organik (sisa makanan, daun) Dikompos di lokasi atau diserahkan ke bank sampah organik.
Sampah Anorganik (botol plastik, kaleng) Dihimpun terpisah, kemudian dikirim ke fasilitas daur ulang.
Sampah Berbahaya (lampu neon, baterai) Disalurkan ke pusat pengumpulan khusus yang memiliki izin pengelolaan limbah berbahaya.
Kemasan Plastik sekali pakai Dihindari; bila terpakai, dipindahkan ke titik daur ulang terdekat.

Pelaksanaan program ini diharapkan tidak hanya menurunkan volume sampah, tetapi juga meningkatkan citra Bali sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari pelaku usaha, pemerintah menilai target pengurangan sampah dapat tercapai tepat waktu, menjadikan Bali contoh bagi daerah wisata lain di Indonesia.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *