Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto menunjukkan capaian signifikan dalam melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Berdasarkan survei terbaru yang dirilis oleh Dewan Ekonomi Nasional, hampir 87 persen dari total UMKM yang berpartisipasi dalam program ini berasal dari pelaku usaha dalam negeri.
Keberhasilan ini tidak lepas dari beberapa faktor kunci, antara lain:
- Strategi distribusi yang menitikberatkan pada jaringan pasar tradisional dan modern yang dikelola oleh UMKM.
- Dukungan kebijakan pemerintah yang memudahkan proses perizinan dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
- Peningkatan kapasitas produksi melalui pelatihan dan penyuluhan gizi serta standar kualitas makanan.
Berikut ringkasan data partisipasi UMKM dalam program MBG menurut kategori usaha:
| Kategori UMKM | Persentase | Jumlah Usaha |
|---|---|---|
| Makanan dan Minuman | 55% | 1.240 |
| Pengolahan Hasil Pertanian | 22% | 496 |
| Logistik dan Distribusi | 10% | 226 |
| Lainnya | 13% | 294 |
Dengan hampir sembilan puluh persen UMKM terlibat, dampak ekonomi yang dihasilkan meliputi peningkatan pendapatan rata‑rata usaha sebesar 18 persen, penciptaan lebih dari 12 ribu lapangan kerja baru, serta penurunan tingkat kemiskinan di wilayah‑wilayah prioritas.
Para pelaku UMKM menyatakan apresiasi terhadap program ini. Salah satu pengusaha makanan ringan dari Jawa Barat, Siti Aisyah, mengatakan, “Program MBG memberi kesempatan bagi kami untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan standar gizi produk kami.”
Pemerintah menargetkan peningkatan partisipasi UMKM hingga 95 persen pada tahun berikutnya, dengan menambah insentif fiskal dan memperluas jaringan distribusi ke daerah‑daerah terpencil.