Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tentang potensi gelombang tinggi yang dapat melanda sejumlah perairan di wilayah Indonesia. Berdasarkan model prediksi terbaru, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter hingga 3 meter pada beberapa titik laut, terutama di zona selatan dan barat Indonesia.
Faktor utama yang memicu peningkatan tinggi gelombang adalah pertemuan aliran laut hangat dan dingin serta tekanan atmosfer yang tidak stabil. Kondisi ini diperkirakan berlangsung selama tiga hingga lima hari, dengan puncak intensitas pada sore hari.
Berikut adalah wilayah yang paling berisiko terkena dampak gelombang tinggi:
- Selat Sunda
- Laut Jawa
- Perairan sekitar Pulau Bali
- Selat Makassar
- Perairan selatan Pulau Sumatera
Peringatan ini penting bagi para nelayan, operator kapal penumpang, serta wisatawan yang berencana melakukan aktivitas di laut. BMKG menyarankan langkah-langkah berikut untuk mengurangi risiko:
- Memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala melalui layanan resmi.
- Menghindari pelayaran di zona dengan gelombang lebih dari 2,5 meter, terutama pada jam-jam puncak.
- Menggunakan peralatan keselamatan yang lengkap, termasuk jaket pelampung dan peralatan komunikasi.
- Bagi nelayan, menunda atau mengalihkan operasi penangkapan ikan ke perairan yang lebih aman.
- Jika terjadi kondisi darurat, segera menghubungi pusat panggilan darurat maritim.
Selain dampak pada keselamatan, gelombang tinggi juga dapat memengaruhi sektor pariwisata bahari. Pantai-pantai yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan mungkin harus menutup akses sementara, terutama pada saat ombak mencapai ketinggian kritis. Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat menyiapkan prosedur evakuasi dan memberi informasi yang jelas kepada publik.
BMKG akan terus memantau perkembangan situasi dan memperbaharui peringatan sesuai dengan data terbaru. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas terkait demi menjaga keselamatan semua pihak.