Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melakukan kunjungan resmi ke ibu kota Naypyidaw, Myanmar pada Senin, 8 Juni 2024. Kunjungan tersebut bertujuan menyampaikan posisi pemerintah Indonesia terkait krisis politik dan kemanusiaan yang masih berlangsung di negara tetangga.
Dalam pertemuan dengan pejabat tinggi Myanmar, Sugiono menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk mendukung proses perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya dialog politik antara semua pihak yang terlibat, serta menolak segala bentuk kekerasan yang dapat memperparah situasi.
Poin-poin utama yang disampaikan Menlu Sugiono
- Mendukung pembentukan mekanisme dialog nasional yang melibatkan semua kelompok etnis dan politik di Myanmar.
- Mendorong penarikan pasukan militer dari wilayah-wilayah yang rawan konflik demi mengurangi korban sipil.
- Memberikan bantuan kemanusiaan secara terus-menerus kepada penduduk yang terdampak, termasuk melalui jalur resmi ASEAN.
- Menekankan peran ASEAN sebagai platform utama untuk mediasi dan koordinasi upaya perdamaian.
- Menawarkan peran Indonesia sebagai fasilitator dalam proses negosiasi, mengingat pengalaman negara ini dalam penyelesaian konflik internal.
Menlu Sugiono juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap prinsip kedaulatan dan integritas wilayah, sekaligus menghormati hak asasi manusia. Ia mengajak komunitas internasional untuk bersinergi dalam mengatasi krisis kemanusiaan yang terjadi, tanpa mengabaikan kepentingan regional.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya diplomatik Indonesia yang konsisten dalam menanggapi situasi di Myanmar. Pemerintah berharap langkah-langkah konkret dapat segera diambil, sehingga proses perdamaian dapat berjalan lebih cepat dan mengurangi penderitaan rakyat Myanmar.