Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman – yang secara kolektif dikenal sebagai E3 – menyampaikan dukungan tegas mereka terhadap upaya dialog antara Ukraina dan Rusia pada hari Minggu. Pernyataan bersama ini menekankan pentingnya penyelesaian damai dan menyerukan gencatan senjata segera demi mengurangi penderitaan warga sipil di zona konflik.
Dalam konferensi pers yang diadakan secara virtual, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi satu‑satunya jalan keluar yang realistis. Mereka menolak segala bentuk eskalasi militer dan menekankan perlunya semua pihak menghormati hukum humaniter internasional.
- Seruan gencatan senjata: Ketiga pemimpin meminta kedua belah pihak menghentikan tembakan aktif dan membuka jalur bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
- Dukungan dialog: E3 menekankan bahwa negosiasi harus melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk organisasi internasional yang relevan, untuk menghasilkan kesepakatan yang berkelanjutan.
- Tekanan pada Rusia: Mereka menegaskan bahwa sanksi ekonomi akan tetap diberlakukan hingga Rusia menunjukkan komitmen nyata terhadap proses perdamaian.
- Jaminan keamanan bagi Ukraina: E3 berjanji akan terus memberikan dukungan pertahanan defensif kepada Ukraina, namun menolak peningkatan persenjataan ofensif yang dapat memperparah konflik.
Selain itu, ketiga negara menyoroti pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi regional dalam memfasilitasi pertemuan bilateral atau multilateral. Mereka berharap langkah-langkah diplomatik ini dapat membuka ruang bagi penyelesaian politik yang adil dan berkelanjutan.
Reaksi internasional terhadap pernyataan E3 beragam. Beberapa negara sekutu menilai langkah ini sebagai sinyal positif, sementara pihak lain mengkritik kurangnya tindakan konkret yang dapat menahan agresi militer Rusia. Meski demikian, dukungan bersama dari Inggris, Prancis, dan Jerman memberikan dorongan moral yang signifikan bagi proses perdamaian yang sedang berlangsung.