Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Nuzran Joher, melakukan kunjungan pengawasan ke program Sekolah Rakyat yang dilaksanakan di Politeknik Kesejahteraan Sosial, Kota Bandung. Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa program pendidikan non‑formal tersebut berjalan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam pemantauan, Nuzran Joher menilai beberapa aspek penting, antara lain kurikulum, kompetensi tenaga pengajar, fasilitas belajar, serta mekanisme evaluasi peserta. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar aspek telah memenuhi persyaratan, namun ada beberapa temuan yang perlu ditindaklanjuti.
- Kurikulum: Materi pembelajaran telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, namun masih diperlukan penyesuaian agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan pasar kerja.
- Tenaga Pengajar: Mayoritas pengajar memiliki latar belakang pendidikan yang memadai, namun beberapa masih memerlukan pelatihan lanjutan dalam metode pengajaran interaktif.
- Fasilitas: Ruang kelas dan peralatan belajar memadai, tetapi perlunya peningkatan akses internet untuk mendukung pembelajaran daring.
- Evaluasi: Sistem penilaian sudah berjalan, namun belum sepenuhnya terintegrasi dengan sertifikasi resmi yang diakui secara nasional.
Ombudsman juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana program serta keterlibatan aktif masyarakat dalam proses monitoring. Sebagai tindak lanjut, Ombudsman akan menyusun rekomendasi perbaikan yang akan disampaikan kepada pihak penyelenggara dan pemerintah daerah.
Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan Sekolah Rakyat dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi warga Bandung, khususnya bagi mereka yang membutuhkan pelatihan keterampilan secara cepat dan terjangkau.