Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Presiden Korea Selatan, Lee Jae‑Myung, baru‑baru ini mengumumkan penunjukan Han Seong‑sook sebagai Perdana Menteri negara tersebut. Han, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Menteri Startup, menjadi perempuan pertama yang memegang jabatan tertinggi eksekutif di Korea Selatan.
Latar belakang Han Seong‑sook berakar kuat pada dunia teknologi dan inovasi. Sebelum masuk ke pemerintahan, ia memimpin berbagai inisiatif pendirian startup dan memperkuat ekosistem UKM melalui program pendanaan, pelatihan, dan akses pasar global. Pengalamannya di sektor teknologi menjadikannya sosok yang tepat untuk memimpin agenda transformasi kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi prioritas nasional.
Dalam peran barunya, Han menargetkan tiga pilar utama:
- Pengembangan infrastruktur data nasional yang aman dan terintegrasi.
- Peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan AI dan digital.
- Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi untuk mempercepat riset serta komersialisasi teknologi AI.
Pemerintahan Lee Jae‑Myung menekankan bahwa AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan faktor kunci untuk meningkatkan produktivitas ekonomi, memperkuat keamanan siber, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Han Seong‑sook diharapkan dapat mengkoordinasikan kebijakan lintas kementerian, mempercepat regulasi yang mendukung inovasi, serta memastikan etika dan privasi tetap terjaga dalam penerapan AI.
Penunjukan Han juga memiliki dimensi simbolis. Sebagai wanita pertama yang memimpin eksekutif tertinggi, ia menjadi contoh bagi generasi muda, khususnya perempuan, yang ingin berkarier di bidang politik dan teknologi. Observers internasional menilai langkah ini sebagai upaya Korea Selatan untuk menampilkan kepemimpinan inklusif sekaligus menegaskan komitmen negara terhadap revolusi digital.
Ke depan, Han Seong‑sook akan menggelar serangkaian forum nasional yang melibatkan perusahaan rintisan, perusahaan besar, serta lembaga riset untuk merumuskan roadmap AI 2030. Implementasi kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi AI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan setidaknya 2‑3 % dalam lima tahun ke depan.