Setapak Langkah – 07 Juni 2026 | World Boxing Association (WBA) baru-baru ini mengeluarkan perintah resmi agar juara bertahan divisi super bulu (59 kg), Anthony Cacace, melaksanakan pertarungan wajib melawan petarung teratas yang diakui oleh organisasi, yaitu Samedov. Keputusan ini menegaskan kembali kebijakan WBA yang mengharuskan juara mempertahankan gelar melawan lawan terranking tertinggi dalam jangka waktu tertentu.
Anthony Cacace, petinju asal Irlandia Utara, merebut sabuk WBA super bulu pada akhir 2022 setelah mengalahkan mantan juara dunia dalam pertarungan yang menegangkan. Sejak itu, Cacace berhasil mempertahankan gelarnya dalam dua pertandingan, menunjukkan kombinasi kecepatan, teknik footwork, dan ketangguhan mental yang membuatnya menjadi salah satu bintang tinju kelas menengah ke bawah.
Samedov, petinju yang berkompetisi untuk federasi lain namun kini terdaftar dalam peringkat WBA, menempati posisi nomor dua di divisi yang sama. Ia dikenal dengan gaya bertarung agresif dan kekuatan pukulan kiri yang mematikan. Dalam tiga pertandingan terakhir, Samedov mencatatkan dua kemenangan KO dan satu kemenangan keputusan mutlak, memperkuat posisinya sebagai kandidat utama untuk menantang Cacace.
Aturan wajib WBA menyebutkan bahwa juara wajib melawan lawan teratas dalam 12 bulan sejak kemenangan terakhir. Jika juara menolak atau gagal memenuhi perintah tersebut, WBA berhak mencabut gelar atau menurunkan juara menjadi ‘regular’ tanpa status champion utama. Dalam kasus ini, WBA memberikan tenggat waktu 30 hari bagi kedua petinju dan promotor mereka untuk menyepakati tanggal dan lokasi pertarungan.
Berikut ini beberapa poin penting terkait pertarungan yang diharapkan:
- Waktu penjadwalan: 30 hari sejak pengumuman resmi.
- Lokasi potensial: venue internasional dengan kapasitas besar, kemungkinan di Inggris atau Uni Emirat Arab.
- Tarif pajak televisi: diperkirakan akan ditayangkan secara live pada platform streaming olahraga premium.
- Implikasi bagi peringkat: kemenangan Cacace akan memperkuat posisinya di papan peringkat WBA, sedangkan kemenangan Samedov dapat mengantarkannya pada gelar unifikasi.
Pertarungan ini tidak hanya menjadi ujian bagi kemampuan teknis Cacace, tetapi juga menjadi sorotan bagi pasar tinju Indonesia yang semakin menyaksikan pertarungan kelas menengah ke bawah. Antusiasme penonton diprediksi tinggi, mengingat kedekatan jarak geografis dan minat yang berkembang terhadap tinju profesional.