Setapak Langkah – 07 Juni 2026 | Prof Fauzan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menegakkan prinsip keberlanjutan. Dalam sebuah konferensi pers, ia menyoroti bahwa institusi pendidikan tinggi tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, melainkan juga laboratorium hidup untuk praktik ramah lingkungan.
Beberapa langkah konkret yang disarankan antara lain:
- Mengadopsi sumber energi bersih seperti panel surya atau tenaga angin pada fasilitas kampus.
- Mengimplementasikan program pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang (3R) di seluruh unit akademik dan non‑akademik.
- Menjadikan riset tentang perubahan iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular sebagai prioritas utama.
- Mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk menciptakan solusi berkelanjutan.
- Mengintegrasikan materi keberlanjutan ke dalam semua program studi, sehingga lulusan memiliki kompetensi untuk menghadapi tantangan lingkungan.
Fauzan juga menekankan bahwa dukungan finansial dari pemerintah, termasuk hibah dan insentif pajak, sangat penting untuk mempercepat transformasi kampus menjadi contoh yang dapat ditiru. Ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersinergi demi terciptanya ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.