Setapak Langkah – 07 Juni 2026 | Perum Bulog menegaskan bahwa distribusi beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kini dipercepat untuk menahan fluktuasi harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat luas.
Program SPHP ditujukan untuk menstabilkan pasokan beras nasional dengan mengoptimalkan stok strategis serta menyalurkan bantuan beras kepada rumah tangga berpendapatan rendah. Bulog menargetkan penyaluran total sekitar 1,5 juta ton beras selama tiga bulan ke depan, yang meliputi 10 juta keluarga di seluruh Indonesia.
Berikut langkah-langkah utama yang diambil Bulog dalam percepatan penyaluran:
- Peningkatan armada distribusi: Penambahan 150 truk pendingin dan 300 kendaraan pengangkut beras.
- Koordinasi lintas kementerian: Sinergi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, dan Badan Penyelenggara Pemerintahan Daerah untuk mempercepat proses logistik.
- Penggunaan data real‑time: Sistem monitoring stok dan permintaan berbasis platform digital untuk menghindari penumpukan atau kekurangan pasokan.
- Prioritas wilayah rawan inflasi: Fokus pengiriman ke provinsi dengan kenaikan harga beras tertinggi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara.
Rincian target penyaluran per bulan ditampilkan pada tabel berikut:
| Bulan | Ton Beras yang Dikirim |
|---|---|
| Juli 2024 | 500.000 |
| Agustus 2024 | 600.000 |
| September 2024 | 400.000 |
Dengan percepatan ini, Bulog berharap harga beras di pasar tradisional dan modern tidak mengalami lonjakan signifikan, sekaligus memberikan bantuan pangan tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkan.