Setapak Langkah – 06 Juni 2026 | Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, mempersembahkan karangan bunga di Situs Memorial Pasukan Penjaga Perdamaian (UNIFIL) pada hari peringatan tahunan. Upacara tersebut menandai penghargaan kepada para prajurit yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon.
UNIFIL dibentuk pada tahun 1978 untuk menstabilkan wilayah selatan Lebanon setelah konflik berkepanjangan. Sejak itu, lebih dari 2.300 personel—termasuk anggota militer, polisi, dan sipil dari berbagai negara—telah mengorbankan nyawa mereka.
Guterres menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada keluarga korban, menegaskan komitmen PBB untuk terus mendukung upaya perdamaian dan memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak.
- Jumlah total korban tewas sejak awal operasi: lebih dari 2.300 jiwa.
- Mayoritas korban berasal dari pasukan militer negara‑negara kontributor.
- Dukungan psikososial dan ekonomi bagi keluarga korban menjadi prioritas utama.
Berikut ringkasan data korban UNIFIL per periode operasi:
| Tahun | Jumlah Korban (jiwa) |
|---|---|
| 1978-1990 | 650 |
| 1991-2005 | 820 |
| 2006-2020 | 780 |
| 2021-2024 | 70 |
Acara itu dihadiri perwakilan negara‑negara kontributor UNIFIL, pejabat tinggi PBB, serta anggota keluarga yang kehilangan orang terkasih. Sekjen Guterres menegaskan bahwa pengorbanan mereka tidak akan pernah terlupakan dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang dalam menegakkan perdamaian internasional.
Harapan PBB, melalui penghormatan ini, adalah memperkuat tekad kolektif untuk melanjutkan misi UNIFIL, yang tetap menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Lebanon serta kawasan sekitarnya.