Setapak Langkah – 04 Juni 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat setelah mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Menurutnya, pemulihan dipicu oleh fondasi ekonomi Indonesia yang kuat, termasuk pertumbuhan PDB yang stabil, inflasi yang terkendali, dan kebijakan fiskal yang prudensial.
Beberapa faktor kunci yang menjadi dasar keyakinan tersebut antara lain:
- Stabilitas makroekonomi: inflasi tetap berada di bawah target Bank Indonesia, sementara nilai tukar rupiah menunjukkan resilien terhadap tekanan eksternal.
- Peningkatan ekspor: sektor komoditas dan manufaktur mencatat kenaikan volume ekspor, memperkuat neraca perdagangan.
- Investasi domestik: pemerintah terus meluncurkan proyek infrastruktur besar yang menarik aliran dana masuk.
Selain itu, kebijakan fiskal yang berfokus pada pengendalian defisit anggaran dan peningkatan penerimaan pajak turut menambah kepercayaan investor. Menkeu menegaskan bahwa langkah-langkah reformasi struktural, seperti penyederhanaan perizinan dan digitalisasi layanan publik, juga berkontribusi pada iklim investasi yang lebih kondusif.
Ia mengingatkan bahwa meskipun pasar saham bersifat siklus, fondasi ekonomi yang solid dapat menjadi penyangga utama saat terjadi volatilitas global. Dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang tetap positif untuk tahun mendatang, Purbaya memperkirakan IHSG dapat menembus level resistance penting di sekitar 7.600 poin dalam jangka menengah.
Para analis pasar juga menilai bahwa dukungan kebijakan moneter Bank Indonesia yang tetap akomodatif serta kebijakan stimulus fiskal yang terukur akan memperkuat momentum pemulihan. Jika faktor-faktor tersebut berlanjut, peluang bagi saham-saham unggulan di sektor keuangan, konsumer, dan infrastruktur untuk kembali naik akan semakin besar.