Setapak Langkah – 30 Mei 2026 | Pemerintah Kota Padang mengumumkan alokasi dana sebesar Rp226 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pascabencana. Dana tersebut akan difokuskan pada proyek‑proyek pemulihan yang terdampak banjir dan tanah longsor akhir tahun 2025, serta upaya mitigasi risiko bencana di masa mendatang.
Berikut ini rincian utama penggunaan dana:
| Komponen | Alokasi (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|
| Pemulihan irigasi sementara | 90.000.000.000 | Proyek di area Bendungan Koto Tuo meliputi pembuatan saluran sementara untuk mengembalikan aliran air ke lahan pertanian. |
| Perbaikan jalan utama | 70.000.000.000 | Pemulihan jalan raya yang rusak akibat banjir, termasuk pemasangan drainase baru. |
| Pembangunan bendungan kecil | 40.000.000.000 | Fasilitas penampungan air untuk mengurangi risiko luapan sungai. |
| Penguatan sistem peringatan dini | 15.000.000.000 | Instalasi sensor dan penyebaran aplikasi peringatan kepada warga. |
| Program rehabilitasi rumah warga | 11.000.000.000 | Bantuan renovasi rumah yang terdampak, fokus pada struktur tahan gempa. |
Proyek pemulihan irigasi di Bendungan Koto Tuo, yang ditampilkan dalam foto udara, menjadi contoh konkret upaya pemerintah kota dalam mengembalikan produktivitas pertanian yang sempat terhenti. Selain meningkatkan ketersediaan air, proyek ini diharapkan dapat menstabilkan pendapatan petani dan mengurangi tekanan ekonomi pascapanen.
Walikota Padang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat dalam pelaksanaan program ini. “Dana ini bukan sekadar angka, melainkan investasi bagi ketahanan kota kita terhadap bencana selanjutnya,” ujarnya dalam konferensi pers pada 30 Mei 2026.