Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan bahwa total nilai transaksi hewan kurban pada tahun ini dapat mencapai Rp26 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dan menandakan peran penting pasar kurban dalam perekonomian nasional.
Proyeksi tersebut didasarkan pada analisis pasar domestik serta peningkatan permintaan selama periode Idul Adha. Dari total nilai tersebut, sekitar 60% diperkirakan berasal dari penjualan domba, 30% dari sapi, dan sisanya dari kambing serta unta.
| Jenis Hewan | Proporsi | Estimasi Nilai (Rp Triliun) |
|---|---|---|
| Domba | 60% | 15,6 |
| Sapi | 30% | 7,8 |
| Kambing & Unta | 10% | 2,6 |
Lonjakan omzet ini memberikan dampak langsung bagi peternak, terutama yang mengelola ternak skala kecil hingga menengah. Menurut Indef, pendapatan peternak dapat meningkat rata‑rata 20%‑25% dibandingkan tahun sebelumnya, berkat tingginya harga jual serta volume penjualan yang lebih besar.
Berikut beberapa implikasi utama bagi peternak:
- Peningkatan pendapatan dan kemampuan investasi kembali pada kesehatan serta pakan ternak.
- Terbukanya peluang pasar baru melalui platform digital yang memfasilitasi penjualan kurban secara online.
- Perluasan jaringan pemasaran regional, terutama di wilayah dengan konsentrasi konsumen tinggi.
- Kebutuhan akan pembiayaan yang lebih fleksibel untuk meningkatkan stok ternak sebelum musim Idul Adha.
Pemerintah dan lembaga keuangan diharapkan dapat mendukung sektor ini dengan kebijakan kredit yang ramah peternak serta program pelatihan manajemen ternak modern. Dengan sinergi antara kebijakan, pendanaan, dan inovasi pasar, potensi pertumbuhan nilai transaksi kurban dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.