Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudi, menegaskan bahwa produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki nilai jual yang tinggi baik di pasar domestik maupun internasional.
Rachmat Pambudi menambahkan bahwa pemerintah tengah memperkuat ekosistem UMKM melalui beberapa langkah strategis, antara lain:
- Peningkatan akses permodalan melalui skema pembiayaan khusus Bappenas.
- Penyediaan pelatihan keterampilan dan manajemen bisnis bagi pelaku UMKM.
- Peningkatan kualitas standar produksi agar memenuhi persyaratan sertifikasi nasional dan internasional.
- Pengembangan jaringan pemasaran digital untuk mempermudah penjualan produk ke pasar yang lebih luas.
Data Bappenas menunjukkan bahwa pada tahun 2023, nilai ekspor produk UMKM Kepri meningkat sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi utama berasal dari produk perikanan olahan dan kerajinan tangan. Peningkatan ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan program promosi yang digencarkan oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pariwisata.
Namun, Menteri PPN juga mengingatkan adanya tantangan yang masih harus diatasi, seperti keterbatasan infrastruktur logistik, persaingan harga di pasar global, dan kebutuhan akan inovasi produk yang berkelanjutan. Untuk itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta, untuk bersama‑sama menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM di Kepri.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi lintas sektor, produk UMKM Kepri diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai penyumbang produk kreatif dan berkualitas di kancah internasional.