Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan apresiasi atas terbentuknya France-Indonesia High Level Business Council (FIBHC). Menurutnya, konsorsium ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat alur investasi antara kedua negara, khususnya di sektor‑sektor yang memiliki nilai tambah tinggi.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tengah berada pada fase akselerasi pembangunan infrastruktur, energi terbarukan, serta transformasi digital. Kolaborasi dengan mitra Prancis diharapkan dapat menyediakan teknologi mutakhir, pendanaan, dan keahlian manajerial yang diperlukan.
- Energi Terbarukan: Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan angin serta transfer teknologi penyimpanan energi.
- Infrastruktur: Proyek jalan raya, pelabuhan, dan jaringan kereta api yang melibatkan perusahaan konstruksi Prancis.
- Teknologi Digital: Investasi dalam startup fintech, e‑commerce, dan solusi industri 4.0.
- Agribisnis: Peningkatan rantai pasok, pengolahan hasil pertanian, dan ekspor produk agro.
- Pariwisata dan Budaya: Promosi destinasi wisata Indonesia di pasar Eropa serta pertukaran program pelatihan pariwisata.
Berikut perkiraan target investasi yang disepakati dalam pertemuan awal antara delegasi Indonesia dan Prancis:
| Sektor | Target Investasi (USD) |
|---|---|
| Energi Terbarukan | 1,2 Miliar |
| Infrastruktur | 2,5 Miliar |
| Teknologi Digital | 800 Juta |
| Agribisnis | 600 Juta |
| Pariwisata | 400 Juta |
Prabowo menambahkan bahwa pemerintah Indonesia siap menyediakan insentif fiskal, penyederhanaan regulasi, serta jaminan keamanan investasi. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta untuk memastikan proyek‑proyek dapat berjalan tepat waktu dan menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan.
Di sisi lain, perwakilan bisnis Prancis menegaskan komitmen mereka untuk memperluas kehadiran di pasar Asia Tenggara, dengan menyoroti potensi pertumbuhan konsumen Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa.
Dengan dibentuknya FIBHC, diharapkan alur investasi bilateral akan semakin lancar, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi yang kompetitif di kawasan Asia‑Pasifik.