Setapak Langkah – 29 Mei 2026 | PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) dan anak perusahaannya, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah (Manulife Syariah Indonesia), melaporkan kinerja keuangan yang kuat sepanjang tahun 2025. Kedua entitas berhasil mencatat laba bersih yang signifikan, menegaskan posisi mereka sebagai pemain utama di sektor asuransi jiwa Indonesia.
Laba bersih Manulife Indonesia mencapai Rp1,28 triliun, sementara unit syariahnya menghasilkan laba bersih sebesar Rp17,37 miliar. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan premi yang stabil, pengendalian biaya operasional yang efektif, serta diversifikasi produk yang tepat sasaran.
| Entitas | Laba Bersih |
|---|---|
| Manulife Indonesia | Rp1,28 triliun |
| Manulife Syariah Indonesia | Rp17,37 miliar |
Faktor utama yang mendorong kinerja positif meliputi peningkatan penjualan produk asuransi jiwa tradisional dan syariah, penetrasi pasar yang lebih luas, serta adopsi teknologi digital dalam proses underwriting dan layanan klaim. Selain itu, Manulife berhasil meningkatkan rasio solvabilitasnya, menjamin stabilitas keuangan jangka panjang.
Secara sektoral, industri asuransi jiwa di Indonesia terus mengalami pertumbuhan didorong oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan keuangan, serta dukungan regulasi yang menguatkan pasar syariah. Manulife Indonesia memanfaatkan tren ini dengan meluncurkan produk-produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, termasuk solusi pensiun dan perlindungan kesehatan berbasis digital.
Ke depan, perusahaan menargetkan ekspansi portofolio produk syariah, memperkuat jaringan distribusi melalui kemitraan dengan bank dan fintech, serta meningkatkan efisiensi operasional melalui otomatisasi proses. Dengan strategi tersebut, Manulife berharap dapat mempertahankan pertumbuhan laba yang berkelanjutan dan memperkuat posisinya di pasar asuransi jiwa Indonesia.