Setapak Langkah – 27 Mei 2026 | Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menegaskan bahwa fase hilirisasi produk menjadi fokus utama dalam rangka memperdalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China. Ia menyoroti bahwa selama beberapa tahun terakhir, hubungan dagang kedua negara telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, namun masih banyak nilai tambah yang dapat diciptakan di dalam negeri.
Berikut beberapa sektor yang menjadi target utama hilirisasi:
- Kelapa sawit dan turunannya (misalnya oleokimia)
- Karet alam menjadi produk otomotif
- Batubara menjadi bahan bakar alternatif
- Kayu menjadi mebel dan produk kayu olahan
- Produk pertanian menjadi makanan olahan siap konsumsi
Data perdagangan Indonesia‑China tahun 2023 menunjukkan peningkatan nilai impor bahan mentah Indonesia ke China sebesar 12,5% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara nilai ekspor produk olahan hanya tumbuh 4,3%. Perbedaan pertumbuhan ini menegaskan pentingnya strategi hilirisasi.
| Jenis Produk | Impor ke China (USD Miliar) | Ekspor Olahan ke China (USD Miliar) |
|---|---|---|
| Kelapa Sawit | 3,2 | 0,8 |
| Karet Alam | 2,1 | 0,5 |
| Batubara | 4,5 | 1,0 |
Djauhari menutup pernyataannya dengan harapan bahwa melalui kolaborasi yang lebih mendalam, Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah produk ekspor, memperkuat daya saing industri domestik, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.