Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Seorang pendaki wanita asal Malaysia mengalami cedera serius saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, pada akhir pekan lalu. Menurut keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Basarnas), korban ditemukan dalam kondisi tidak sadar dengan luka pada bagian kaki dan kepala setelah terjatuh di lereng gunung.
Tim SAR Basarnas bersama tim pemadam kebakaran dan relawan setempat segera melakukan evakuasi. Korban dibawa menggunakan helikopter ke Bandara Lombok, kemudian dilanjutkan dengan pesawat ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Sesampainya di Bali, korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Denpasar. Tim medis menyatakan bahwa luka pada kaki memerlukan penanganan ortopedi, sementara cedera kepala dipantau secara intensif. Dokter menjelaskan bahwa prosedur awal meliputi stabilisasi kondisi, pemeriksaan radiologi, serta pemberian analgesik dan antibiotik untuk mencegah infeksi.
Selama proses perawatan, Basarnas terus memantau kondisi korban dan memastikan semua prosedur medis dijalankan sesuai standar. Pihak rumah sakit juga menginformasikan bahwa keluarga korban dari Malaysia telah diberi kabar secara rutin dan akan dijemput kembali setelah kondisi stabil.
Insiden ini kembali menekankan pentingnya persiapan dan kewaspadaan dalam mendaki gunung berbahaya. Berikut beberapa langkah yang disarankan bagi pendaki:
- Melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap sebelum melakukan pendakian.
- Menggunakan peralatan keselamatan yang sesuai, termasuk helm, tali pengaman, dan sepatu gunung yang memadai.
- Menjalin komunikasi dengan tim pendakian dan menginformasikan rute serta perkiraan waktu kembali.
- Mengikuti instruksi petugas SAR dan tidak melanjutkan pendakian saat cuaca buruk.
Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana dan kecelakaan di wilayah pegunungan, serta bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan para pendaki.